Selasa, 16 Maret 2021

Rafa Ardana

Nama seorang anak dari keluarga yang sederhana namun kedua orang tua nya yakin seorang anak itu suatu titipan dari Sang Maha Kuasa, Tuhan selalu menunjukan karunia-Nya.

Berawal dari tanggal 3 Maret 2021 seorang ibu meminta dibantu untuk pembuatan BPJS melalui saya dan dibantu DINKES, kemudian tanggal 8 Maret 2021 BPJS selesai dicetak dan saya pun lanjut mencari tahu rumah ibu hamil tersebut. Setelah tiba di depan rumah, saya pun bingung kenapa ibu tersebut menangis dan berkata terimakasih, terimakasih dan terimakasih. Saya balas, “iya bu Kembali kasih semoga bisa bermanfaat buat ibu sekeluarga, ibu sehat-sehat ya bu.” sambil saya memegang kedua tangan nya. Ibu tersebut pun terus menangis kemudian saya pamit pulang.

Dua hari kemudian ada pesan whatsapp masuk “Asalamualaikum ,Alhamdulilah sudah lahir tadi siang Alhamdulilah cowo bayi nya, oh iya mas mau minta tolong kata suami pengen di kasih nama sama mas Angga dede bayi nya kira-kira siapa namanya?”

Pernah kah kalian di posisi saya dan kira-kira apa yang akan kalian lakukan? Saya cuma bisa diam sambil berpikir, “ko gini ya, saya cuma bantu  pembuatan BPJS untuk persiapan persalinan nya dan saya juga cuma ketemu sama ibu itu pas kerumahnya memberikan BPJS, sekarang bapak dari bayi tersebut minta anaknya saya yang kasih nama?” Kemudian saya memberi nama anak tersebut “RAFA ARDANA”  yang berarti:

“Anak yang bahagia dengan kesuksesan dan dapat membahagiakan keluarganya.”

Dengan kejadian ini Tuhan menuntun saya dan mengajarkan ketika kita dengan ikhlas membantu sesama, walaupun sekecil apapun itu belum tentu kecil menurut orang yang kita bantu. Maka marilah kita bantu siapapun di sekitar kita dan lakukanlah dengan ikhlas.

Sekian dan terimakasih. 

https://www.instagram.com/agaeotz/

Minggu, 13 Januari 2019

CERITA KECIL DI BUMI CENDRAWASIH PAPUA

Di sudut kota timur indonesia tepatnya 8 jam dari kota jayapura yaitu daerah kabupaten sarmi,banyak cerita disini
kehidupan masyarakatnya kebudayaannya,terkesan aneh ketika awal disini tapi setelah berjalan beberapa hari sampe sekarang sudah bisa beradaptasi dengan gaya hidup dan sebagainya hehehe.

Akses jalan listrik,telekomunikasi/jaringan telfon masih terbatas bahkan hanya nyala beberapa jam saja tiap hari nya,
disini saya bisa belajar menghargai keadaan dan bersyukur akan keadaan,

Karena terlalu asik cerita sampai lupa memperkenalkan diri
tak kenal maka tak sayang perkenalkan nama saya RUDI ANGGA ATMAJA lahir di Cirebon tanggal 30 desember 1991 saya kerja di bidang jasa tower telekomunikasi di salah satu perusahaan swasta di Indonesia yang ber kantor di Kota Bandung.

Lanjut cerita sebenarnya ini salah satu perjalanan pekerjaan saya yang lumayan di ujung timur indonesia tepatnya di BUMI CENDRAWASIH PAPUA kata syukur kepada sang pencipta yg tak pernah henti-hentinya saya ucapkan, obrolan kecil seorang tokoh masyarakat kabupaten sarmi yang menghampiri saya ketika saya sedang bekerja (di tower samping rumahnya ) beliau berkata seperti ini

"Bapak terimakasih Bapak sudah peduli dengan kami sudah bantu kami untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi disini seketika saya diam mendengar ucapan tokoh masyarakat tersebut,saya tersenyum membalas ucapan beliau iya papa kembali kasih,kita sama-sama orang indonesia disini saya pribadi walaupun hanya seorang pekerja ingin sekali jaringan telekomunikasi di seluruh indonesia itu merata papa"

Sarmi 13 januari 2019